Tugas 3 Jurnalisme [dan travelisme juga trekkingisme :D]

20 11 2007

Keamanan dan Kenyamanan Melintasi Selat Bali

Perjalanan dari Pulau Jawa menuju Pulau Bali dapat ditempuh melalui jalur darat-laut maupun udara. Ketika hasil keputusan Student Volunteer keluar, saya pun berangkat menuju Pulau Bali dengan menggunakan pesawat. Pesawat yang saya tumpangi, berangkat hari Senin, 12 November 2007 pukul 15.30 dengan menggunakan maskapai Adam Air. Sampai bandara, terlihat beberapa orang yang tidak familiar lagi bagi saya. Yah, kebanyakan memang berangkat pada hari yang sama tapi dengan maskapai dan jam keberangkatan yang berbeda. Adik kelas saya yang kebetulan sama-sama satu maskapai tapi berbeda jam keberangkatan (adik kelas saya pukul 14.30) memberitahu bahwa pesawat yang dia tumpangi delay sampai penerbangan pukul 15.30. Wah, ada teman pikir saya. Tapi saya juga curiga jika nantinya penerbangan kami akan di delay. Ternyata benar apa yang saya perkirakan, penerbangan kami delay sampai pukul 17.00 dengan alasan operasional. Belum cukup tenang saya di dalam pesawat, karena di seberang saya seorang bapak parlente semacam pengusaha terus-terusan menyalakan handphonenya. Bukan main, paniknya saya. Ingin menegur, apa daya jarak yang cukup jauh. Semakin terheran dan paniknya saya ketika beberapa pramugari Adam Air hilir mudik melihat si bapak dan tidak menegurnya. Berarti benar apa yang dikata selama ini bahwa pramugari selain Garuda Indonesia kurang tegas dalam menghadapai hal-hal “kecil” namun berpengaruh besar tersebut. Sepanjang perjalanan di pesawat saya hanya bisa panik dan berdoa, pasrah kepada Tuhan.

adam-air.jpg
Maskapai Adam Air Setelah Landing di Bandara Ngurah Rai, Bali

Berbeda dengan senior saya yang menggunakan maskapai dan jam penerbangan yang berbeda. Mereka dijadwalkan terbang dengan Mandala Air pukul 13.30. Pukul 09.00 mereka sudah berangkat dari Bandung dan sampai di Bandara pukul 11.00. Tapi apa yang mereka dapat? Ternyata penerbangan mereka di delay hingga pukul 15.50. Kami sama-sama menunggu waktu keberangkatan walaupun berpisah gerbang setelah boarding pass. Tiba-tiba saya dapat berita bahwa penerbangan mereka delay lagi hingga pukul 18.00. Alhasil, saya dan adik kelas saya berangkat duluan ke Pulau Bali yang menempuh perjalanan 1 jam 30 menit ditambah dengan 1 jam WITA. Jadi saya sampai di Bali pukul 19.30 WITA. Begitu menyalakan handphone, saya kaget karena penerbangan mereka di delay lagi hingga pukul 20.00. Caci maki keluar karena mereka tidak terima delay selama itu dan sedikit kesal karena ternyata saya yang sampai duluan. Begitu pukul 20.00 WIB, saya menghubungi senior saya dan dia memberitahu bahwa penerbangan berangkat pukul 21.00. Delay selama itu tentu membuat kesal terutama senior saya yang sudah sejak pagi berangkat dari Bandung. Alasan dari pihak Mandala Air sendiri karena menunggu pesawat dari Medan. Makan malam pun ditanggung pihak Mandala Air dengan satu paket KFC untuk satu orang. Samakah harga paket KFC dengan 7 jam waktu yang terbuang di bandara?

Setelah melewati kegiatan yang cukup padat, tiba saatnya untuk pulang. Perjalanan pulang dari Bali menuju Bandung saya tempuh dengan menggunakan bis bersama teman-teman. Perjalanan diperkirakan selama 24 jam. Saya tidak begitu masalah karena selain ramai bersama teman-teman juga karena saya ingin merasakan sensasi naik kapal. Berangkat dari terminal Ubung pukul 07.00 dan sampai Gilimanuk sekitar pukul 10.00. Setelah bis masuk kapal dan siap menyebrang, saya dan teman-teman mengambil dek paling atas. Dek atas termasuk sepi dan cukup nyaman dibanding dek lainnya. Terlena menikmati pemandangan laut, kami tiba-tiba menyadari ada seorang bapak yang bersembunyi di balik cerobong. Berpura-pura berfoto dan bercanda, lalu kami memfoto dan memandangi tingkah si bapak yang terburu-buru sambil memegang sesuatu. Ternyata dia pencopet. Beberapa dompet yang dipegangnya diambil semua uang dan benda berharga lainnya. Kami sempat takjub melihat pemandangan tersebut, karena dengan mudahnya ia mendapat dompet-dompet tersebut padahal kapal baru berjalan beberapa menit yang lalu.

pencopet.jpg
Pencopet Sedang Beraksi di atas Selat Bali

Sekitar satu jam berlalu, hingga kami turun menuju dek lantai dua. Kami menunggu kapal merapat dan tanpa disadari, salah seorang teman saya yang dompet dan handphonenya ditaruh di belakang celana jeansnya didekati seseorang. Orang tersebut terus mendekat sambil memandangi belakang celana jeans teman saya. Pada saat itu, teman saya yang lainnya menyadari dan kemudian buru-buru menarik teman saya tersebut untuk turun dan masuk bis.

 

Dua fenomena yang saya alami tersebut memang bukan hal biasa bagi kebanyakan orang. Tapi dengan kejadian buruk tersebut memberi pelajaran bagaimana keamanan dan kenyamanan transportasi di Indonesia masih minim. Penumpang sebagai pembeli jasa, juga hendaknya harus lebih waspada dalam memilih penerbangan yang sudah pasti jadwal keberangkatannya. Juga harus waspada dalam melindungi barang-barang berharga yang dibawa selama perjalanan.

Advertisements

Actions

Information

One response

29 11 2007
chaz27

Hi..
ini blognya anak pak Tri ya?
hoho… saya siswa nya pak Tri di BiNus..
yaah baru blajar buat blog sih..hehe…liat2 blog pak Tri,eh trus liat blog nya kamu..usernamenya menarik..hehe…
kalo ga keberatan…tambahin blog aq di blogroll kamu ya?
oh ya…moga2 bisa cepet kelar TA nya ya…amiiinnn
salam kenal

Stay Cool !!!

-= CHAZ =-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: